Breaking News
Loading...

5 Hewan yang hanya tersisa 100 ekor saja di dunia

5:53 PM
Dari tahun ke tahun, banyak hewan-hewan dari spesies yang sudah ada maupun yang benar-benar baru ditemukan di berbagai belahan dunia.
Selain hewan baru, banyak juga spesies yang sudah mengalami masa kritis. Disebut masa kritis dengan artian bahwa mereka sudah mendekati kepunahan.

Salah satu di antaranya adalah kura-kura raksasa yang ada di Galapagos. Kura-kura yang disebut juga dengan panggilan Lonesome George ini akhirnya mati pada bulan Juni lalu. Dengan matinya hewan ini maka punah sudah salah satu hewan yang menurut para ahli juga hidup di era dinosaurus tersebut.

Selain kura-kura raksasa tersebut, terdapat beberapa hewan lain yang juga masuk masa kritis dan kemungkinan tidak seberapa lama lagi akan berakhir dengan kepunahan.

1. Iberian lynx

Hewan dengan nama latin Lynx pardinus ini merupakan binatang asli Iberian Peninsula di Eropa. Seperti yang dijelaskan Wikipedia, Iberian lynx adalah salah satu spesies dari keluarga kucing yang terancam punah. Menurut kelompok yang menamakan dirinya SOS Lynx, hewan satu ini diperkirakan hidup di zaman prasejarah. Diperkirakan sampai saat ini, populasi Iberian Lynx hanya tersisa sekitar 100 ekor saja.

2. Pygmy Tarsier

Hewan dengan mata lebar ini memiliki nama latin Tarsius pumilus. Hewan ini juga dikenal dengan sebutan mountain tarsier atau lesser spectral tarsier. Primata yang beraktivitas di malam hari ini banyak ditemukan di Sulawesi Tengah. Hewan ini pertama kali ditemukan pada tahun 2008 oleh kelompok peneliti yang dipimpin Dr Sharon Gursky. Pygmy Tarsier diperkirakan hidup sejak 85 tahun lalu. Tidak terdapat penjelasan resmi berapa populasi Pygmy Tarsier ini. Namun, para peneliti memperkirakan populasi hewan satu ini tinggal sedikit.

3. Javan rhinoceros

Hewan yang juga disebut dengan nama Sunda rhinoceros atau badak Sunda ini memiliki nama latin Rhinoceros sondaicus. Hewan ini termasuk dalam keluarga Rhinocerotidae dan masuk dalam genus Indian rhinoceros. Javan rhinoceros biasa dijumpai di pulau Jawa dan Sumatra. Namun, beberapa peneliti mengemukakan hewan ini juga ada di India dan China. Sampai saat ini, Javan rhinoceros dilindungi keberadaannya dan dibiarkan hidup bebas di Taman Nasional Ujung Kulon. Diperkirakan sampai saat ini, Javan rhinoceros hanya tersisa 40 ekor saja.

4. Hawaiian Crow

Dengan nama latin Corvus hawaiiensis, burung satu ini diperkirakan hanya tersisa tidak lebih dari 100 ekor saja. Namun, ada laporan yang mengatakan bahwa burung ini sudah punah sejak tahun 2002 lalu. Hawaiian Crow adalah burung yang didominasi dengan warna hitam di sekujur tubuhnya. Orang lokal Hawaii mengatakan bahwa Hawaiian Crow termasuk keluarga Tuhan. Menurut penelitian, burung satu ini adalah salah satu pembawa penyakit Toxoplasma gonddi, avian malaria dan fowlpox.

5. Baiji

Hewan yang hanya ditemui di sungai Yangtze China ini memiliki nama latin Lipotes vexillifer. Orang lokal China menyebut hewan ini dengan sebutan Dewi sungai Yangtze. Sejak tahun 2006 silam banyak kelompok yang mencoba mencari eksistensi Baiji, namun mereka tidak menemukannya. Akan tetapi, pertengahan Agustus 2007 lalu, ada sebuah rekaman video yang berhasil mengabadikan keberadaan Baiji. Menurut arkeolog, Baiji adalah lumba-lumba pertama yang ada di bumi dan diperkirakan hidup mulai 25 tahun lalu. Sampai sekarang tidak terdapat catatan resmi berapa jumlah Baiji.

 sumber: merdeka.com
jangan lupa "Like" disini yah 
 
Toggle Footer